Chelsea, Jawara Bertahan yang Jadi Tim Semenjana

Posted in Berita Bola, Liga Inggris on December 15, 2015 by

chelsea-kuning

Chelsea, Jawara Bertahan yang Jadi Tim Semenjana

Bila melihat satu tahun ke belakang, akan sukar membayangkan The Blues sekarang berada di papan bawah Liga Primer Inggris serta bersaing menghindari jurang degradasi bersama dengan Norwich City, Sunderland, serta Villa.

Musim lalu atmosfer Stamford Bridge dipenuhi dengan optimisme, kebanggaan, serta terkadang arogansi berlebihan. Penyebabnya The Blues yang begitu dominan di ajang elite Inggris tersebut.

Dominasi yang meneguhkan status Mourinho sebagai ‘Jose Mourinho’, lebih superior dibanding Pelatih Liga Primer lainnya sebagaimana ‘rival favoritnya’: Arsene Wenger.

Terus melaju tidak terkalahkan sampai awal Desember tahun lalu, kandidat jawara melekat begitu erat di The Blues, menjadikan klub besar lainnya sebagaimana ManCity serta The Gunners hanya sekedar ‘pemanis’ dalam persaingan menuju yang terbaik di Inggris.

Lainnya merebut mahkota Liga Primer, The Blues juga menambah koleksi gelar mereka dengan merebut Piala Liga.

 

Terjun ke Zona Degradasi

Bila kota Roma yang dibangun lebih dari 3.000 tahun bisa hancur dalam satu hari akibat kebakaran besar, begitu pula The Blues yang tiap tahun dikelilingi klub-klub besar yang siap menyalip mereka dalam perburuan trofi Liga Primer.

Menjalani musim 2015/2016 dengan kepercayaan diri serta arogansi tinggi, Swansea City menjadi klub pertama yang memberikan tamparan bagi Chelsea. Swansea City menahan imbang The Blues 2-2 pada 8 Agustus lalu.

Pertandingan itu juga diwarnai konfrontasi antara Jose Mourinho serta tim medis Chelsea yang dipimpin Eva Carneiro, mengawali drama berkepanjangan yang merusak reputasi The Blues serta Pelatih asal Portugal tersebut.

Selepas hasil imbang melawan Swansea, The Blues dipermalukan ManCity 0-3 serta Crystal Palace 1-2. Hasil itu menjadikan bulan pertama Liga Primer menjadi bulan yang ingin segera dilupakan publik Stamford Bridge.

Tapi, tiga kemenangan dalam enam laga di berbagai ajang pada bulan September memberikan secercah asa bagi The Blues untuk menemukan jati diri mereka kembali.

Kepercayaan diri yang langsung dimentahkan dengan kekalahan 1-3 dari Southampton, disusul West Ham United, The Reds, serta Stoke City, yang berurutan mendulang tiga poin dari The Blues.

Sekarang, alih-alih kembali bersaing di papan atas untuk menjadi yang terbaik di Inggris, The Blues justru harus berjuang melepaskan diri dari zona degradasi.

 

Minim Persiapan

Kejatuhan The Blues pada musim ini adalah bom waktu yang sudah ditanamkan Jose Mourinho semenjak akhir musim lalu. Meraih gelar ganda, The Blues dipenuhi rasa kepercayaan diri yang terlalu besar memasuki musim 2015/2016. Walaupun persiapan John Terry serta kawan-kawan terbilang minim.

Alih-alih memperkuat skuatnya dengan mendatangkan pesepakbola baru, Jose Mourinho memilih memberikan salah satu pesepakbola kuncinya, Petr Cech, kepada The Gunners.

Rutin mengejek The Gunners serta Arsene Wenger, Jose Mourinho malah memberikan rival sekotanya itu salah satu penjaga gawang terbaik di Liga Primer serta Eropa kini.

Tidak hanya itu, keputusan Jose Mourinho memberikan libur ekstra bagi sejumlah pemainnya maka The Blues memulai tur pramusim lebih lambat dibanding rivalnya, justru menjadikan kebugaran para pemainnya itu dipertanyakan.

The Blues juga gagal di bursa transfer. Jose Mourinho hanya mendapatkan Pedro Rodriguez serta Radamel Falcao. Amunisi baru itu tak mampu mengembangkan permainan Chelsea.

Pedro gagal beradaptasi dengan permainan sepak bola Inggris. Sedangkan Falcao lebih banyak absen karena cedera.

Buruknya performa The Blues juga ditandai menurunnya permainan dua pesepakbola kunci: Eden Hazard serta Cesc Fabregas.

Hazard yang mencetak 14 gol di Liga Primer musim lalu, sampai sekarang belum juga mencetak gol. Sedangkan musim lalu Fabregas mampu menciptakan 9 assist sampai matchday ke-16, sementara musim ini pemain tengah asal Spanyol itu baru menciptakan 2 assist.

Minimnya persiapan, pembelian pesepakbola, serta arogansi tinggi Chelsea itu sendiri diakui oleh Diego Costa, yang musim ini lebih kerap terlibat dengan kontroversi dibanding sibuk melakukan tugasnya di atas lapangan: mencetak gol.

“Kami kembali ke tim terlalu santai serta berpikir kami akan menjuarai (liga) lagi, sama sebagaimana musim lalu,” kata Costa kepada Soccer AM.

Hasilnya? sembilan kekalahan yang sudah ditelan The Blues musim ini dari 16 laga liga menjadikan mereka terpuruk di peringkat ke-16 dengan 15 poin, hanya terpaut satu poin dari Norwich City di batas zona degradasi.

Musim yang menjadikan The Blues menjadi lelucon besar di Liga Primer. Sebuah kisah klub papan atas yang terancam kehilangan segalanya, hanya dalam tempo satu tahun.