Guardiola: Aku Butuh Kiper yang Bisa Mengumpan

Posted in Berita Bola, Liga Inggris on August 24, 2016 by

Guardiola-123

Lapaksbobet.com – Josep Guardiola menjadikan keputusan yang cukup mengejutkan di musim pertamanya bersama ManCity. Pelatih asal Spanyol tersebut menyingkirkan penjaga Gawang Joe Hart dari pasukan utama
ManCity.

Pada 2 pertandingan awal liga Inggris musim ini, Guardiola lebih memilih Willy Caballero sebagai penjaga gawang Manchester City. Cukup mengejutkan memang, dia menyingkirkan sosok Hart yang
telah berkontribusi besar bagi tim.

Belum lagi, Hart adalah penjaga Gawang nomor satu di timnas Inggris. Tapi, Guardiola membeberkan memang tidak butuh penjaga Gawang yang hanya dapat menghalau bola. Namun, penjaga Gawang juga
harus dapat memberikan umpan dengan baik ke rekannya.

Eks manager Barca serta Bayern Munchen itu, ingin membangun serangan dari belakang. Sejauh ini, Caballero dinilainya lebih baik ketimbang Hart, serta ini semua bukan soal masalah personal.

“Saya telah tumbuh semenjak umur 13 tahun dengan (pemain) sebagaimana itu. Setiap kali kami membangun (permainan) dengan baik, kami menghasilkan sebuah kesempatan, atau 2 buah kesempatan,
transisinya cepat serta kami mengalirkan bola dengan cepat,” ujar Guardiola.

“Itulah mengapa aku menekankan pada pesepakbola betapa pentingnya hal tersebut. Namun, ini ialah sebuah proses, jadi kami butuh waktu untuk menjadikan penjaga Gawang jadi lebih baik,”
lanjutnya.

Dikutip Guardian, akurasi passing Hart di musim lalu sebesar 52,6%. Catatan tersebut kalah jauh dari penjaga Gawang Barca, Claudio Bravo, yang diberitakan akan dibeli oleh Manchester City
pada musim panas ini.

Dalam 2 musim pamungkas, Bravo rata-rata mempunyai akurasi umpan sampai 80%. Itu yang menjadikan Guardiola ingin penjaga Gawang yang dapat mengumpan. Pasalnya, menguasai bola bukan sekadar
mempertahankan saja, namun juga harus menciptakan kesempatan.

“Ini bukan masalah romantisme. Itu karena ketika Anda membangun permainan dengan bagus maka pesepakbola depan bakal menerima bola dalam keadaan yang lebih baik, itulah alasannya. Menguasai
bola bukan sekadar menguasai bola saja. Itu (dilakukan) untuk satu alasan, menciptakan lebih banyak kesempatan serta kemasukan lebih sedikit,” katanya.