Pengalaman Magis Klopp di Dortmund serta Racun bagi Liverpool

Lapaksbobet.com – Berstatus tidak difavoritkan di awal musim, The Reds justru tampil mengejutkan dalam ajang Liga Champions. Sekarang, mereka berpotensi lolos ke final karena masih unggul atas AS Roma dengan agregat 5-2.

Liverpool cuma butuh hasil imbang ketika bertamu ke kandang Roma, Stadio Olimpico, Hari Rabu 2 Mei 2018 atau Hari Kamis dini hari WIB. Kalah dengan skor 0-2, The Reds masih dapat lolos.

Unggul tiga gol, tidak lantas menjadikan The Reds jadi jemawa. Itu didasari atas pengalaman yang dilalui oleh Pelatih The Reds, Juergen Klopp.

Ingat bagaimana Klopp mengantarkan Dortmund ke final Liga Champions musim 2012/13? Ketika itu, Dortmund didikan Klopp secara mengejutkan unggul telak atas Madrid di perjumpaan pertama, 4-1.

Tapi, pada perjumpaan kedua, Madrid menjadikan Dortmund jantungan. Mereka melesakkan dua gol dalam tempo lima menit. Walau, pada akhirnya Madrid gagal cetak gol ketiga, Klopp tetap merinding ketika itu, takut bila keunggulan terkejar.

“Saya tidak berpikir semua orang mau mengulangi peristiwa di Madrid. Menang 4-1 di perjumpaan pertama, ialah hal yang tidak kami sangka,” ujar Klopp sebagaimana dikutip The Reds Echo.

“Mereka sempat mengancam kami, ‘Situasi bakal berbeda di Madrid’. Atmosfer serta berbagai macam hal lain menjadikan kami terbunuh semenjak awal pertandingan. Sampai akhirnya, Madrid mencetak gol serta pertandingan menjadi begitu tegang,” sambungnya.

Klopp mengakui tugas The Reds kini jauh lebih enteng. Mereka harus menghadapi Roma, bukan Madrid.

Tapi, Pelatih nyentrik asal Jerman itu memohon anak-skuad besutannya untuk tetap waspada serta tidak mencari hasil imbang atau kalah dengan skor 0-2.

“Sebab, selepas pertandingan di Anfield, aku merasa Roma bekerja lebih baik. Itu gila. Skornya memang 5-2 untuk kemenangan kami, namun bagi orang lain, mereka berpikir ‘Ya Tuhan’,” terang Klopp.

Memori ketika mengantar Dortmund ke final, tidak bakal jadi andalan Klopp untuk menenangkan pesepakbola The Reds ketika tidur. Baginya, itu ialah masa lalu yang tidak menolong The Reds.

Sebaliknya, memori manis Klopp dapat jadi racun bagi The Reds. “Kami ingin menjadikan sejarah sendiri di ajang ini. Anak-anak tampil luar biasa, terutama ketika pertandingan melawat. Semua orang bicara tentang malam yang magis di Anfield. Namun, penampilan di pertandingan melawat sangat memukau,” kata Klopp.