Garuda Jaya Dipastikan Akan Berat Hadapi Dua Laga Sisa

indo-uzbek

Lapaksbobet – – Hari Jumat 10 Oktober 2014 adalah tanggal dimana Timnas U-19 mulai turun ke medan perang sesungguhnya. Musuh perdana mereka adalah salah satu tim unggulan asal Asia Tengah, Uzbekistan.

Melihat trek rekor, tentunya Timnas U-19 jelas jauh tertinggal dari calon lawan. Apalagi reputasi Uzbekistan sangat bagus. Memiliki catatan mentereng bagaimanapun Uzbekistan tetap lawan yang harus dihadapi. Sebab itu Timnas U-19 dilarang gentar.

Sayang adanya semangat dan tekad kuat Timnas U-19 masih belum mampu meruntuhkan kehebatan Uzbekistan. Timnas Muda kita tumbang 1-3.

Pada laga di Stadion Thuwunna YTC Yangon, para punggawa Timnas U-19 kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama. Terlebih Khamdamov Dostonbek dan Urinboev Zabikhillo pun secara bergantian menggetarkan gawang yang dikawal kiper Rully Desrian.

Di babak kedua, sebenarnya Timnas U-19 tampil lebih baik. Terlebih mereka bahkan sanggup memperkecil ketertinggalan lewat gol cantik pemain pengganti Paulo Sitanggang. Sial jelang penutupan laga, kiper kembali harus memunggut bola dari dalam gawangnya usai dibobol Shukurov Otabek.

Tentunya masih ada dua pertandingan. Memang kalimat itu yang terucap dari mulut Indra Sjafri ketika ditanya peluang timnya selepas tumbang dari Uzbekistan. Sebuah ucapan yang menyiratkan optimisme tinggi.

Kekalahan dari Uzbekistan bukan akhir segalanya. Terlebih lagi menilik hasil pertandingan lain di Grup B, yang dimana Australia berbagi satu poin dengan Uni Emirat Arab. Sehingga kans Timnas U-19 mendongkrak posisi sebagai juru kunci di pertandingan selanjutnya terbuka lebar.

Sayang lagi-lagi syarat yang dilakoni tidak mudah. Musuh mereka berikutnya adalah Australia, yang merupakan tim langganan Piala Dunia U-20 sekaligus semifinal di turnamen sebelumnya ditambah pada Piala Asia U-19 ini tim asuhan Paul Okon diperkuat tiga pemain yang merumput di Eropa, yakni Cameron Burgess (Fulham FC), serta Chris Ikonomidis (SS Lazio) dan Peter Skapetis (Stoke City).

Dimana yang paling penting sekarang sebagaimana diungkapkan Indra Sjafri, Garuda Jaya harus melakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan serta kelemahan yang ada. Kalau semua itu telah dijalani maka biar takdir menentukan hasil terbaik buat anak-anak bangsa di sana. Casino sbobet

 

Timnas U-19 Menggapai Mimpi di Piala Asia

evan-uzbekistan

Lapaksbobet – Sudah sekian lama redup, olahraga sepakbola Indonesia coba membangkitkan asa baru sejak Timnas U-19 juara Piala AFF pertengahan 2013 lalu. Masyarakat tanah air dibuat terkesima dengan penampilan Evan Dimas cs yang merengkuh trofi usai menumbangkan Vietnam lewat drama adu penalti di Stadion Delta Sidoarjo.

Kepedulian itu kemudian semakin menjadi-jadi setelah tim asuhan Indra Sjafri dengan performa gemilangnya merebut tiket ke Piala Asia U-19 pada 2014 di Myanmar. Sudah tidak tanggung-tanggung dalam fase kualifikasi Garuda Jaya berhasil menyikat semua lawan termasuk Korea Selatan, yang merupakan sang juara bertahan.

Sudah sepuluh tahun lamanya Indonesia tidak ikut serta dalam turnamen bergengsi itu. Dimana terakhir anak-anak bangsa unjuk gigi pada 2004 silam, namun tim yang kala itu dimotori Boaz Solossa hanya menjadi anak bawang karena selalu menelan kekalahan dalam tiga laga yang dilakoni.

Sudah tidak mau hasil negatif serupa terulang, terlebih lagi secara permainan serta kualitas, maka tim yang ada sekarang cukup menjanjikan maka PSSI melalui BTN (Badan Tim Nasional) memberikan sokongan penuh sekaligus tantangan kepada Timnas U-19.

Lolos babak empat besar sekaligus menggondol satu tiket ke Piala Dunia U-20 pada tahun berikutnya, memang itulah target yang dicanangkan. Adanya mimpi besar yang sejak awal memang sudah ada dalam angan-angan Indra Sjafri. Manajer percaya skuad besutannya sanggup berdiri sejajar dengan tim-tim kelas dunia lainnya.

Apalagi persiapan panjang kemudian dijalani Timnas U-19. Pihak BTN sebagai pihak yang bertanggung jawab dan menangani langsung, dengan menyusun berbagai program. Diawali dari Tur Nusantara yang digelar sampai dua sesi, kemudian Tur Timur Tengah dan keikutsertaan di Turnamen Hassanal Bolkiah hingga yang terakhir Tur Eropa menghadapi sejumlah tim kuat Spanyol seperti Barcelona, kemudian Atletico Madrid serta Real Madrid.

Sayang di medan perang perdana, Evan Dimas dkk harus menelan kekalahan atas Uzbekistan. Sekarang timnas U-19 wajib meraih kemenangan di dua laga sisa. Apabila berhasil memenuhinya, maka asa merajut mimpi di dunia akan bisa terwujud. Agen bola tangkas